aplikasi pembayaran dihack, 7-Eleven Jepang rugi $500.000 atau 7 Miliar

7-Eleven jepang ganti rugi $500.000 dari pengguna, akibat seorang hacker yang meretas fitur pembayaran pada aplikasi 7-pay. 

7-Eleven merilis fitur tersebut pada senin 1 juli ; fitur tersebut digunakan pelanggan untuk men-scan barrcode pada aplikasi lalu menggunakan kartu kredit pengguna yang telah ditautkan untuk pembayaran. lalu perusahaan tersebut menerima banyak laporan dari pengguna tentang kartu kreditnya. menurut seorang yang berpengalaman dalam dunia IT, hacker hanya perlu mengetahui tanggal lahir, email dan nomor telepon pengguna dan mengirim pengaturan ulang kata sandi ke alamat email lain. aplikasi ini juga memiliki kekurangan dalam banyak kasus saat tidak mengisi form tanggal lahir mereka ini juga memudahkan hacker untuk meretas akun pengguna.


aplikasi pembayaran dihack, 7-Eleven Jepang rugi $500.000  atau 7 Miliar
aplikasi pembayaran dihack, 7-Eleven Jepang rugi $500.000  atau 7 Miliar


tampaknya hacker juga telah mengotosmatiskan serangan itu, dan menurut perusahaan tersebut  sekitar 900 pengguna telah menjadi target. mereka pun menagih 7-Eleven untuk ganti ganti rugi sebesar ¥ 55 juta ($500.00) atau dalam rupiah sekitar Rp.7.041.500.000 . 7-Eleven juga mengatakan akan menghentikan aplikasi pembayaran tersebut dan telah berhenti untuk mendaftarkan pengguna baru. 7-Eleven juga akan memberi kompensasi kepada pengguna yang telah menjadi target peretas.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang mengatakan kepada perusahaan 7-Eleven bahwa mereka perlu meningkatkan keamanannya.  pihak berwenang jepang juga berhasil menangkap dua orang yang mencoba menggunakan akun yang diretas, dan dipercaya bahwa mereka mungkin terhubung dengan (atau telah disewa oleh) penjahat tiongkok yang mencuri identitas pengguna.

0 Response to "aplikasi pembayaran dihack, 7-Eleven Jepang rugi $500.000 atau 7 Miliar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel